August 18, 2026

[Review] Mortal Shell II: Sekuel Soulslike Menantang, Tapi Sayangnya Penuh Bug?

Buat kalian para gamer pencinta genre Soulsborne/Soulslike, pasti ingat dengan Mortal Shell yang rilis tahun 2020 lalu, kan? Game tersebut menawarkan angin segar lewat gaya pertarungan yang sangat agresif dan opsi penyembuhan yang super terbatas. Sekarang, sang developer, Cold Symmetry, kembali mencoba peruntungannya lewat Mortal Shell II.

Dunia Post-Apocalyptic yang Lebih Gelap dan Suram

Sama seperti game Soulslike pada umumnya, Mortal Shell II dibuka dengan narasi dunia yang hancur dan dikuasai oleh kejahatan kuno. Kamu akan bermain sebagai Harbinger, entitas tanpa wujud yang ditugaskan untuk mencari ratusan telur dari sosok “Ibu” mistis.

Tentu saja, telur-telur ini nggak digeletakkan begitu saja. Mereka dijaga oleh barisan bos mengerikan, mulai dari ksatria raksasa yang super dendam, sampai bayi obesitas dengan pedang menancap di wajahnya. Cukup creepy, bukan?

Sistem “Shell” dan Leveling: Lebih Simpel, Apakah Lebih Baik?

Karena karaktermu pada dasarnya adalah roh tanpa wujud, kamu membutuhkan Shell (cangkang/tubuh) untuk bertarung. Fan dari game pertamanya pasti akan langsung bernostalgia saat menemukan cangkang lama seperti Tiel sang rogue atau Eredrim sang ksatria. Setiap Shell mewakili Class yang berbeda dan menentukan skill apa yang bisa kamu pakai. Kamu juga bebas berganti Shell di rest point (beacon).

Namun, ada perombakan besar di sistem leveling. Pilihan distribusi stat kini diatur secara otomatis oleh game. Kamu nggak perlu pusing mengalokasikan poin untuk senjata tertentu, tapi di sisi lain, tiap kenaikan level jadi terasa kurang rewarding, hanya sekadar tambahan sedikit HP atau damage ekstra.

Selamat Tinggal Stamina, Selamat Datang Refleks Cepat!

Combat adalah hidangan utama dari genre ini. Di Mortal Shell II, developer membuang sistem manajemen Stamina dan MP yang biasanya bikin pemain pusing! Sistem bertahan (Harden) dari game pertama juga diubah. Kini, Harden difokuskan untuk menangkis (parry) serangan tunggal musuh. Jika timing-mu sempurna, kamu bisa memecahkan break gauge musuh dan membalasnya dengan serangan mematikan (riposte).

Meski punya belasan senjata dua tangan yang keren untuk fantasi knight kamu, combat di game ini jauh lebih bersahabat kalau kamu pakai senjata cepat seperti kapak dan palu. Sayangnya, karena kamu tidak bisa lagi asal spam tombol, melawan lebih dari satu musuh secara bersamaan sering kali berujung pada kematian yang nggak adil.

Eksplorasi ala Elden Ring yang… Bikin Nyasar

Mortal Shell II mencoba ambisi baru dengan merombak desain dunianya menjadi lebih terbuka dan saling terhubung. Kamu akan disuguhkan padang luas yang tersambung dengan ruang bawah tanah mematikan.

Sayangnya, minimnya petunjuk jalan (signposting) membuat pemain sangat mudah tersesat. Kamu bisa saja berkeliling selama nyaris satu jam penuh tanpa menemukan satu pun checkpoint. Dalam game yang mengharuskanmu memungut sisa XP setelah mati, jarak checkpoint yang terlalu jauh ini terasa sangat menyiksa.

Glitch dan Bug: Bos Terberat yang Sesungguhnya

Masalah terbesar di Mortal Shell II pada saat perilisan adalah teknisnya. Kami sering sekali menjumpai glitch, mulai dari jatuh menembus tanah, terlempar ke langit, hingga game yang crash berulang kali pada saat bermain di PS5 Pro.

Bahkan, ada bug konyol yang membuat AI musuh tiba-tiba bengong, sehingga kami bisa memukul mereka secara gratis untuk farming level. Parahnya lagi, beberapa patch baru yang disuntikkan developer bukannya memperbaiki keseimbangan game, tapi malah bikin musuh di late-game terasa makin sulit secara tidak masuk akal.

Kesimpulan: Layak Beli atau Skip?

Di kondisinya saat ini, Mortal Shell II adalah sekuel yang penuh ambisi, namun gagal disajikan dengan polesan yang matang. Jika kamu bukan orang yang sabar, rentetan glitch dan kematian tidak adil di game ini dijamin akan bikin stik konsol melayang. Namun, jika kamu sangat haus akan tantangan Soulslike dengan dunia luas untuk dieksplorasi, game ini mungkin pelan-pelan bisa mencuri hatimu.

SKOR WCCFTECH: 7.5 / 10

Kelebihan (Pros):

  • Varian class (Shell) dan senjata melee yang beragam dan asyik.
  • Desain dunia ala Elden Ring dengan banyak ruang rahasia.
  • Combat inovatif yang tidak lagi terpaku pada bar Stamina atau MP.
  • Dibanderol dengan harga lebih murah dibanding game AAA.
  • Ada berbagai opsi tingkat kesulitan (bahkan kamu bisa main alat musik Lute!).

Kekurangan (Cons):

  • AI musuh mudah ditebak dengan variasi serangan yang sedikit.
  • Sangat tidak seimbang (imbalance) ketika melawan gerombolan musuh sekaligus.
  • Masih dipenuhi bug, glitch, dan sering crash.
  • Penempatan checkpoint (beacon) yang terlalu jarang dan jauh.
  • Sistem loot dan leveling terasa terlalu disederhanakan.

Jadi, tolong ya Cold Symmetry? ditunggu updatenya untuk menghilangkan bug yang mengganggu.

Bang Gimin

Penulis artikelnya Gimindo.com

Read Previous

Akhir Drama AI: CEO Saber Interactive Resmi Minta Maaf kepada Penulis yang Sempat Ingin “Diganti dengan AI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *