August 20, 2026

PlayStation Rombak Total Spin-Off “Horizon Hunters Gathering” Usai Hasil Playtest Buruk

Kabar mengejutkan datang bagi kalian para penggemar game Horizon. Game spin-off live-service yang semenjak awal pengumumannya sudah menuai pro dan kontra, Horizon Hunters Gathering, kabarnya tengah dirombak besar-besaran oleh pihak PlayStation dan Guerrilla Games. Langkah drastis ini terpaksa diambil setelah game tersebut mendapat ragam feedback negatif dalam sesi uji coba tertutup (private playtest).

Selamat Tinggal Live-Service, Selamat Datang Co-op Tradisional

Berdasarkan laporan eksklusif dari jurnalis game Bloomberg, Jason Schreier, pihak developer memutuskan untuk mengambil langkah mundur guna mengevaluasi kembali arah pengembangan game ini. Rencana terbarunya? Mengikis habis elemen live-service yang sebelumnya menjadi jualan utama mereka.

Sebagai gantinya, Horizon Hunters Gathering akan dialihfungsikan menjadi game multiplayer cooperative (co-op) tradisional yang berfokus pada mode cerita (story mode), namun dengan skala dunia yang jauh diperkecil dari visi awalnya. Mengingat gaya visual (art style) dan genrenya sudah diubah drastis dari pakem Horizon Zero Dawn maupun Forbidden West, perombakan struktur ini diharapkan bisa “menyelamatkan” game tersebut dan menarik kembali simpati para gamer.

Nasib Tim Developer: Ujian Hingga Desember

Laporan dari narasumber anonim yang dikutip Schreier mengungkap bahwa tim pengembang saat ini sedang berpacu dengan waktu. Mereka diberi tenggat hingga bulan Desember untuk menunjukkan progres terbaru yang bisa meyakinkan para petinggi PlayStation.

Menariknya, sebagian besar staf yang sebelumnya menggarap Horizon Forbidden West ternyata difokuskan pada proyek Hunters Gathering ini. Namun, seiring dengan perombakan ini, sebagian developer juga kabarnya mulai dipindah-tugaskan ke proyek lain untuk sementara waktu.

Kutukan Game Live-Service PlayStation Terus Berlanjut?

Keputusan untuk merombak Hunters Gathering seolah mempertegas ambisi PlayStation yang terus tersendat dalam menaklukkan pasar live-service di dekade 2020-an. Raksasa gaming asal Jepang ini memang dikenal sebagai raja game single-player, namun selalu alami kebuntuan saat meracik proyek online.

Sebelumnya, kita telah melihat banyak korban berjatuhan. Proyek multiplayer spin-off ambisius dari God of War, Spider-Man, dan The Last of Us terpaksa dibatalkan bahkan sebelum diungkap ke publik. Belum lagi nasib tragis Concord yang server-nya ditutup hanya kurang dari seminggu usai dirilis, serta Destiny 2 yang tahun ini mendapatkan update penutupnya. Mengubah Hunters Gathering menjadi game co-op tradisional mungkin adalah taktik paling aman agar ia tidak berakhir di “kuburan” yang sama.

Kapan Kita Bisa Melanjutkan Petualangan Aloy?

Lalu, bagaimana dengan sekuel utama Horizon? Bagi kalian yang lebih menantikan aksi single-player memanah dinosaurus robot bersama Aloy, tampaknya kalian harus ekstra sabar. Menurut laporan Bloomberg, game utama Horizon berikutnya saat ini baru ditangani oleh tim berskala sangat kecil yang masih dalam tahap perancangan ide (plotting). Game ini masih membutuhkan waktu pengerjaan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya siap dilepas ke pasaran.

Bagaimana menurut kalian soal perombakan Horizon Hunters Gathering ini? Apakah bermain aman dengan mode co-op tradisional adalah langkah yang tepat dari PlayStation?

Bang Gimin

Penulis artikelnya Gimindo.com

Read Previous

Resmi ‘Rampung’, Game Control Resonant Tunda Perilisan Versi Fisik hingga 15 Oktober

Read Next

Bersiaplah! Marvel Cosmic Invasion Bakal Kebagian DLC Bertema Doctor Doom Akhir Tahun Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *