Laris di Steam, EA Sports FC 27 Malah Kena “Review Bombing” Parah! Kenapa?

Baru saja resmi dirilis pada 25 September 2026 kemarin, EA Sports FC 27 langsung tancap gas merajai puncak daftar game terlaris di Steam. Sayangnya, prestasi gemilang ini harus dibarengi dengan kabar yang kurang sedap. Game simulasi sepak bola andalan EA ini justru diam-diam menjadi korban “review bombing” oleh para pemainnya.

Meski bersanding dengan game-game hits terbaru seperti Wardogs dan Dressmaker di deretan paling laku, ulasan di halaman PC Steam mereka kini turun ke status “Mixed” (Campuran). Mengapa game yang menduduki posisi nomor satu ini malah panen hujatan? Berikut ulasan lengkapnya!

1. “Lagu Lama” Minim Inovasi dan Masalah Gameplay

Kritik terbesar yang dilontarkan komunitas gamer sebenarnya adalah masalah klasik yang sering mendera franchise EA Sports: minimnya peningkatan yang berarti. Mayoritas pemain PC yang memberikan ulasan negatif merasa bahwa EA Sports FC 27 tak ubahnya sekadar pembaruan roster pemain tahunan dengan harga game baru, alih-alih memberikan pengalaman yang benar-benar segar.

Sebelumnya, EA sangat percaya diri dengan janji gameplay “true-to-life”, sepak pojok yang lebih dinamis, hingga perombakan pada sisi menyerang dan bertahan. Namun realitasnya? Pemain justru frustrasi. Kolom ulasan Steam dipenuhi keluhan mengenai akurasi passing yang bermasalah, sistem manual defending baru yang dinilai canggung, hingga rentetan bug yang cukup mengganggu. Mengingat pola rilis tahunannya yang padat, banyak fans merasa developer memang tidak punya cukup waktu untuk menyuntikkan inovasi yang substansial.

2. Mode Baru ‘The Grounds’ yang Terasa Sempit dan Mencekik Dompet

Tahun ini, EA mencoba gebrakan baru lewat fitur The Grounds, sebuah hub ruang publik khusus multiplayer online yang konsepnya mirip dengan mode The City di NBA 2K atau World of Chel di NHL.

Alih-alih menjadi daya tarik utama, fitur ini malah menjadi bumerang. Banyak ulasan negatif yang mengkritik ruang bermain The Grounds karena ukurannya yang terlalu sempit dan sangat membatasi pergerakan pemain, tidak seperti kebebasan dunia terbuka yang ditawarkan oleh seri kompetitor.

Lebih parahnya lagi, mode ini dinilai sangat bergantung pada sistem microtransaction. Jika kamu ingin membuat avatarmu tampil keren dengan pakaian baru, game ini didesain sedemikian rupa sehingga membeli kosmetik dengan FC Points (menggunakan uang sungguhan) jauh lebih praktis dan murah daripada harus capek-capek melakukan grinding koin di dalam game.

Masih Ada Harapan di Balik Kritik?

Meski sedang dihantam badai ulasan negatif, harus diakui bahwa EA Sports FC 27 tetap menyediakan segudang konten yang masif.

Bagi kamu pencinta mode Manager Career, ada perombakan besar di sektor bursa transfer pemain, penambahan “taktik negosiasi baru”, hingga statistik overall pemain yang kini lebih dinamis. Sementara itu, untuk para pemain Ultimate Team, EA menghadirkan Football Ultimate Team Gallery di mana kamu bisa memamerkan deretan pemain favoritmu untuk mendapatkan hadiah ekstra.

EA Sports FC 27 mungkin memulai perjalanannya dengan rintangan berat dan kekecewaan dari penggemar setianya, tetapi pesonanya sebagai raja game sepak bola tampaknya masih membuat penjualannya meroket tajam.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu salah satu yang sudah membeli dan memainkannya, atau justru ikut kecewa dengan minimnya inovasi tahun ini?

Bang Gimin

Penulis artikelnya Gimindo.com

Read Previous

[Rumor] Sony Sedang Lakukan Survei ke Para Developer Game Terkait Penghentian Produksi Game Fisik.

Read Next

Sutradara Avengers: Doomsday: “Penting untuk Memberikan Kejutan dengan Mengubah Karakter Kesayangan Para Fans

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *