[Review] Ace Combat 8: Wings of Theve, Kembalinya Sang Raja Langit Yang sangat Ditunggu

Halo Sobat Gamer! Didalam industri Video Game, hanya ada sedikit yang bisa menandingi adrenalin dan sensasi lepas landas di dalam game Ace Combat. Hadir 7 tahun setelah Ace Combat 7: Skies Unknown, Bandai Namco akhirnya merilis seri utamanya yang paling ditunggu-tunggu, Ace Combat 8: Wings of Theve.

Di review kali ini, kita akan membahas semua keunggulan sekaligus kekurangan yang ada pada game ini, apakah ini mebih baik dari serial sebelumnya? mari kita bahas.

Formula Klasik yang Makin Disempurnakan

Kekuatan utama Ace Combat 8 masih berada kuat di dalam kokpit. Formula dasarnya tidak banyak diubah oleh Bandai Namco Aces, karena mereka tahu persis apa yang membuat seri ini dicintai selama lebih dari tiga dekade. Game ini tetap mempertahankan gaya pertempuran udara (dogfighting) ala arcade yang serba cepat, namun dibalut dengan model jet tempur militer yang sangat realistis. Sifat pertempuran yang intens dan tak terduga ini adalah elemen klasik Ace Combat pada performa terbaiknya.

Sudut Pandang Cerita Baru yang Terasa Intim

Kembali berlatar di dunia alternatif Strangereal (dunia mirip Bumi di mana setiap negaranya sangat terobsesi dengan pesawat tempur dan senjata super raksasa), Ace Combat 8 menempatkanmu dalam peran sebagai pilot ace fiktif bernama “Wings of Theve”. Awalnya, julukan ini hanyalah alat propaganda untuk membangkitkan moral negara yang sedang dikepung, kira-kira mirip dengan rumor dunia nyata tentang Ghosts of Kyiv di Ukraina.

Namun, seiring berjalannya game yang kamu mainkan, kamu akan benar-benar berevolusi menjadi pilot legendaris sungguhan. Kamu akan membelah langit bersama rekan-rekan satu skuadronmu, menghujani musuh dengan rudal, sementara semua orang bersorak menyemangatimu lewat radio.

Satu hal revolusioner yang membedakan seri ini dari pendahulunya adalah pendekatannya terhadap narasi cerita. Kini, kamu akan merasakan cerita dari sudut pandang orang pertama (first-person perspective) saat tidak sedang berada di udara. Berpusat di kapal induk Endurance, kamu akan berinteraksi langsung dan membangun kedekatan dengan rekan-rekan satu skuadronmu di Joker Flight, yaitu Professor, Tasha, dan Noise.

Arsenal Masif & Kustomisasi Tanpa Batas

Buat kamu yang hobi grinding dan mengoleksi pesawat, bersiaplah untuk berjam-jam memainkan game ini! Wings of Theve menghadirkan lebih dari 30 pesawat tempur ikonik sejak hari pertama rilis. Pesawat-pesawat ini dibagi menjadi empat kategori strategis: Fighters, Multirole, Attackers, dan Electronic Warfare.

Sebelum menjalankan misi, kamu diberikan kebebasan penuh untuk memilih pesawat andalanmu, mengatur senjata spesial, serta melakukan upgrade performa lewat Aircraft Tree menggunakan kredit yang kamu dapatkan setelah menyelesaikan objektif misi. Selain itu kamu juga akan “ditemani” oleh suara pendahulumu di radio komunikasimu. Sosok yang hanya bisa didengar olehmu ini memiliki suara serak yang khas, dan ia akan sering melontarkan pandangan puitisnya tentang seni terbang, perang, dan apa pun yang melintas di pikirannya saat kamu sedang bermanuver.

Grafis Spektakuler dan Teknologi Awan Super Realistis

Secara visual, Wings of Theve adalah sebuah mahakarya yang indah. Game ini terlihat sangat spektakuler! Penggunaan teknologi awan (cloud technology) yang baru tidak hanya membuat kondisi langit terlihat sangat dinamis dan breathtaking, tetapi juga berdampak langsung pada taktik gameplay kamu di udara. Ditambah dengan detail lingkungan darat yang jauh lebih tajam, pengalaman terbang terasa begitu imersif.

Inovasi gameplay di Ace Combat 8 mungkin lebih terasa seperti peningkatan bertahap (incremental) daripada perombakan total. Kamu kini bisa kembali memberikan perintah kepada rekan satu tim (fitur yang ada di game-game lama seri ini).

Namun, fitur terbaru yang paling menonjol di AC8 adalah environmental destruction (kehancuran lingkungan). Beberapa bangunan dan kendaraan kini bisa hancur saat terkena serangan; puing-puing yang jatuh atau ledakan dapat memicu reaksi berantai yang mematikan.

Selain itu, pesawatmu kini bisa memantul atau bergesekan dengan permukaan dan hanya menerima sedikit damage. Ini adalah angin segar, mengingat di seri-seri sebelumnya pesawatmu akan langsung meledak berkeping-keping walau hanya menyenggol ujung ranting pohon.

Meski fokus utama game ini adalah dogfighting (duel udara), ada banyak variasi misi yang memuaskan. Mulai dari misi pengeboman, pengawalan, hingga skenario gila seperti menghancurkan “kapal perang darat” raksasa berbekal railgun yang mengamuk di jalanan kota, atau memburu pesawat supersonik tak kasat mata dengan mengandalkan jejak kondensasinya di udara.

Sentuhan Sinematik ala Film Top Gun: Maverick

Perubahan paling masif dan berdampak ada pada cara game ini bercerita. Jika cutscene di AC7 terasa lebih seperti komik bergerak, AC8 menggabungkan segmen first-person yang dianimasikan penuh dengan cutscene sinematik tradisional. Transisi antaradegan (smash-cuts) dilakukan dengan sangat efektif untuk menghidupkan drama dan karakter rekan-rekanmu. Serangan musuh bahkan bisa terjadi secara tiba-tiba saat kamu sedang melakukan pendaratan rutin atau mengisi bahan bakar, membuatmu terus waspada.

Ace Combat selalu “berutang budi” pada film Top Gun, dan AC8 terang-terangan mengambil banyak inspirasi dari sekuel terbarunya, Top Gun: Maverick. Kamu akan sering melihat shot jarak dekat wajah pilot dari kamera kokpit dan beberapa ketukan cerita yang terasa langsung diadaptasi dari film tersebut.

Meski beberapa dialognya kadang terasa sedikit kaku (khas Top Gun atau Metal Gear Solid, di mana karakter bisa mendadak berpidato soal ideologi di tengah percakapan santai), eksekusi visualnya sangat apik. Berkat sinematografi yang luar biasa, motion capture yang emosional, akting suara yang solid, dan musik orkestra megah yang menjadi ciri khas seri ini, cerita di game ini sukses mendarat dengan mulus dan secara mengejutkan terasa sangat menyentuh.

Apakah Ada Kekurangan? Tentu Saja Ada

Meski nyaris sempurna, game ini bukannya tanpa celah. Meskipun narasin pada game ini membawa ide-ide yang segar dan menarik, eksekusi akhirnya kadang terasa kurang merata jika dibandingkan dengan premis utamanya. Selain itu, intensitas obrolan radio (radio chatter) yang terus-menerus muncul di tengah misi terkadang bisa terasa sangat berlebihan (overwhelming) dan memecah konsentrasi saat kamu sedang fokus menghindari misil musuh.

Sayangnya, mode multiplayer online (Ace Combat Online) belum bisa dicoba secara maksimal, setidaknya pada saat review ini dibuat. Namun, dengan mengesampingkan hal tersebut, Ace Combat 8: Wings of Theve sudah menyajikan gameplay yang terbaik dari seri pendahulunya.

Kesimpulan

Ace Combat 8: Wings of Theve dalam banyak hal adalah versi paling matang dan sukses dari formula seri yang sudah terbukti puluhan tahun. Bagi penggemar game simulasi tempur udara, ini adalah sebuah pencapaian luar biasa yang wajib masuk ke dalam library game kalian.

Kelebihan:

  • Gameplay yang memacu adrenaline
  • Grafis yang spektakuler
  • Banyak pilihan Pesawat dengan tipe berbeda
  • Kostumisasi tanpa batas
  • Sinematik ala-ala Topgun: Maverick nan apik

Kekurangan:

  • online multiplayer yang kurang maksimal (setidaknya pada saat review ini dibuat)
  • Suara radio yang bisa memecah konsentrasi, terlalu agak mengganggu :D.

Gimindo Score: ⭐⭐⭐ ⭐⭐ (9/10) – Wajib beli, udah gitu aja.

Bang Gimin

Penulis artikelnya Gimindo.com

Read Previous

Saat ini, Minecraft Tembus 425 Juta Terjual dan Siap Hadirkan Dimensi Baru Setelah 14 Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *