Cyberpunk 2077 Menuju Layar Lebar, Paramount Picture Gandeng Produser Transformer
Masa depan industri game terus berubah. Jika dulu para raksasa konsol hanya fokus pada penjualan perangkat keras dan perangkat lunak, kini sudah mulai bergeser ke media hiburan yang lebih luas. Mengikuti jejak langkah agresif Nintendo dan Sony di industri perfilman, Xbox kini resmi mengambil langkah serupa.
Microsoft baru saja mengumumkan pembentukan cabang bisnis baru dari Xbox yang diberi nama XP. Melalui unggahan blog resmi di Xbox Wire, Microsoft merinci seperti apa fokus area bisnis baru ini. Divisi XP akan terdiri dari empat pilar utama: Xbox Places, Xbox Pictures, Xbox Partnerships, dan Xbox Products.
“XP menyatukan berbagai kapabilitas yang sebenarnya sudah ada di berbagai tim Xbox selama bertahun-tahun, dan kini menyelaraskannya di bawah satu misi bersama: membantu franchise kami menjangkau lebih banyak orang, menciptakan koneksi yang lebih dalam dengan pemain dan penggemar baru, serta membuka peluang bagi fandom ini untuk tumbuh di seluruh dunia,” ungkap Matthew Ball, Chief Strategy Officer di Xbox.
Lebih lanjut, Ball menegaskan bahwa game yang luar biasa akan tetap menjadi jantung dari franchise Xbox. Namun, XP akan bekerja sama dengan para pemikir kreatif terbaik di berbagai studio untuk membangun fondasi yang lebih luas, memberikan lebih banyak cara bagi para penggemar untuk menikmati dunia game yang mereka cintai.
Dipimpin oleh Veteran Industri Hiburan
Divisi baru ini akan dipimpin oleh Kayleen Walters, yang sebelumnya menjabat sebagai Studio Head di Mojang Studios sekaligus Vice President of Franchise Development Microsoft.
Rekam jejak Walters tidak main-main. Selama 13 tahun berkarir di Lucasfilm, ia turut andil dalam mengembangkan dan meluncurkan kembali salah satu franchise paling berpengaruh dalam sejarah. Di Mojang, ia berhasil membawa Minecraft dari angka penjualan 350 juta kopi menjadi lebih dari 425 juta kopi. Di bawah kepemimpinannya pula, film A Minecraft Movie sukses mencetak rekor pembukaan akhir pekan terbesar untuk adaptasi video game dan merajai box office domestik.

Fokus pada Adaptasi Film dan TV
Sebagian besar investasi terbaru Microsoft ini akan difokuskan pada kemitraan lintas media, terutama film dan televisi. Langkah ini sangat masuk akal mengingat kesuksesan besar yang diraih film Super Mario Bros. dan Super Mario Galaxy (yang masing-masing meraup $1,36 miliar dan $1 miliar), serta film Resident Evil dari Sony. Xbox sendiri telah mencicipi manisnya layar lebar lewat A Minecraft Movie yang meraup lebih dari $550 juta hanya dalam dua minggu.
Di ranah televisi, serial Fallout menjadi primadona bagi perusahaan saat ini. Musim kedua Fallout berhasil menarik 83 juta penonton dalam 13 minggu pertama perilisannya. Meski serial Halo garapan Paramount harus dibatalkan setelah dua musim karena respons yang terbelah, masa depan adaptasi TV Xbox tetap menjanjikan.

Pertanyaannya, franchise mana yang akan diadaptasi selanjutnya? Xbox memiliki gudang IP yang luar biasa. Judul-judul seperti Perfect Dark, Fable, atau bahkan cerita Forza dengan gaya ala Gran Turismo milik Sony bisa menjadi pilihan menarik. Kita juga sudah mengetahui bahwa film adaptasi Gears of War dan Sea of Thieves saat ini sedang dalam tahap produksi.
Dunia Nyata: Taman Hiburan Minecraft
Di luar layar kaca, ada pilar Xbox Places. Divisi ini akan mengawasi proyek taman hiburan Minecraft yang rencananya akan dibuka di Amerika Serikat dan Inggris. Proyek dunia nyata ini merupakan hasil investasi senilai lebih dari £85 juta (sekitar Rp1,7 triliun) dari Mojang dan Xbox, dan diperkirakan akan dibuka antara tahun 2026 hingga 2027. Apakah kita akan melihat lebih banyak lokasi ikonik Xbox di dunia nyata? Kita tunggu saja.
Semua inisiatif ambisius ini tentu membutuhkan sumber daya manusia yang besar. Mengingat industri game sedang mengalami masa kontraksi dan badai PHK dalam beberapa tahun terakhir, langkah Xbox ini tampaknya menjadi strategi perusahaan untuk menutup biaya pengembangan game dengan mencari jalan pertumbuhan baru (growth avenues) yang menguntungkan di luar industri software tradisional.