Gimindo | Game Portal

Capcom Gila! Resident Evil Requiem Gabungkan Survival Horror dan Action Brutal [REVIEW]

Sulit sebenarnya mengkotak-kotakkan seri Resident Evil. Di beberapa game, fokusnya benar-benar soal bertahan hidup dari teror mengerikan. Tapi di game lain, justru kita yang memburu dan menghancurkan monster-monster itu dengan kekuatan penuh.

Berbeda dengan Silent Hill yang banyak bermain dengan trauma psikologis karakter, dunia Resident Evil selalu terasa seperti ancaman nyata yang datang dari luar. Biasanya berupa korporasi farmasi jahat, perusahaan militer swasta yang gila kekuasaan, atau ilmuwan yang rela kehilangan sisi kemanusiaannya demi ambisi mengerikan.

Meski begitu, seri ini juga tidak pernah terlalu serius. Ada elemen “ya sudah, kita hadapi lagi” setiap kali pemain masuk ke rumah penuh horor, membuka pintu satu per satu, dan memecahkan puzzle aneh yang tersebar di tiap ruangan. Lalu tiba-tiba ada lagi varian baru T-Virus yang mengubah manusia menjadi monster, dan tentu saja harus ada karakter keren yang datang untuk membereskan semuanya.

Resident Evil Requiem: Semua Elemen Resident Evil Jadi Satu

Lewat Resident Evil Requiem, Capcom seperti memberikan penghormatan pada sejarah panjang seri ini. Game yang dijadwalkan rilis 27 Februari ini mencoba memasukkan semua elemen yang membuat Resident Evil terkenal.

Mau survival horror yang bikin jantung deg-degan? Ada.
Aksi tembak-tembakan brutal? Ada.
Konspirasi bioteror dan cerita gelap masa lalu? Jelas ada.

Dan tentu saja… karakter ikonik seperti Leon Scott Kennedy juga kembali hadir.

Resident Evil Requiem adalah game yang sangat ambisius. Ia tidak mencoba memilih satu gaya saja, tapi justru menggabungkan semuanya dalam satu pengalaman besar.

Dua Protagonis, Dua Gaya Bermain

Salah satu hal paling menarik di game ini adalah keberadaan dua karakter utama dengan gameplay yang sangat berbeda.

Grace Ashcroft – Survival Horror Murni

Karakter pertama adalah Grace Ashcroft, analis FBI yang cukup pemalu dan tidak terbiasa berada di situasi berbahaya.

Grace punya masa lalu yang traumatis. Bertahun-tahun sebelum kejadian di game ini, ia menyaksikan ibunya — jurnalis investigasi Alyssa Ashcroft — dibunuh secara brutal.

Pengalaman itu membuat Grace sering panik ketika berada dalam situasi ekstrem. Ia bukan tipe protagonis horror yang tenang dan penuh percaya diri.

Saat bermain sebagai Grace, Resident Evil Requiem terasa seperti survival horror klasik:

Pendek kata: pemain benar-benar merasa tidak berdaya.

Leon Scott Kennedy – Mesin Pembunuh Zombie

Di sisi lain ada Leon Scott Kennedy, veteran dari tragedi Raccoon City yang sekarang menjadi agen federal berpengalaman.

Jika Grace mewakili rasa takut, Leon adalah kekuatan penuh.

Saat bermain sebagai Leon, gameplay berubah drastis menjadi aksi brutal:

Leon bisa menembak zombie, menjatuhkan mereka dengan roundhouse kick, lalu menghabisi mereka dengan kapak.

Kontras gameplay antara Grace dan Leon inilah yang membuat Resident Evil Requiem terasa segar.

Lokasi Utama: Rhodes Hill Chronic Care Centre

Bab awal game berlangsung di fasilitas menyeramkan bernama Rhodes Hill Chronic Care Centre.

Tempat ini seperti mansion besar penuh lorong sempit, ruang rahasia, dan makhluk mengerikan. Pemain akan menjelajahi tempat ini dua kali:

Menariknya, musuh yang dibunuh Leon akan tetap mati saat kita kembali bermain sebagai Grace. Jadi kedua gameplay benar-benar saling mempengaruhi.

Zombie yang Masih Punya “Sisa Manusia”

Salah satu detail yang cukup menyeramkan adalah bagaimana zombie di game ini masih menyimpan sedikit sisi kemanusiaan.

Contohnya:

Hal kecil seperti ini membuat dunia game terasa jauh lebih hidup dan tragis.

Cerita: Misteri Raccoon City Kembali Terungkap

Cerita Resident Evil Requiem terjadi 28 tahun setelah kehancuran Raccoon City.

Grace sedang menyelidiki serangkaian kematian misterius yang semuanya berkaitan dengan para penyintas tragedi kota tersebut. Penyelidikan ini akhirnya membawanya ke proyek rahasia bernama Elpis, serta ilmuwan gila bernama Victor Gideon.

Di sisi lain, Leon juga sedang mengejar kasus yang sama — dan menemukan bahwa tubuhnya mulai menunjukkan gejala penyakit akibat paparan T-Virus di masa lalu.

Nasib kedua karakter ini akhirnya saling terhubung dalam konspirasi besar yang berkaitan dengan masa lalu Resident Evil.

Kesimpulan

Dengan Resident Evil Requiem, Capcom berhasil menciptakan pengalaman yang memadukan dua hal yang selama ini menjadi identitas seri Resident Evil:

Perpaduan gameplay antara Grace dan Leon bisa saja terasa aneh atau tidak seimbang. Tapi di sini justru menjadi kekuatan utama game.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Resident Evil Requiem bisa menjadi salah satu bab paling menarik dalam sejarah franchise yang sudah hampir 30 tahun ini.

Terimakasih Capcom Asia yang sudah menyediakan review code untuk kami ulas

0 Reviews

Write a Review