Siapa sangka kebangkitan sebuah franchise klasik bisa sepecah ini? Setelah tertidur lelap selama lebih dari 20 tahun, seri legendaris Onimusha akhirnya kembali menggebrak industri game. Dan ternyata? Comeback ini sukses besar di pasaran!
Capcom baru saja mengumumkan kabar fantastis bahwa mahakarya terbaru mereka, Onimusha: Way of the Sword, berhasil menembus angka penjualan lebih dari 1 juta kopi tepat di hari pertama perilisannya pada 4 September 2026. Pencapaian luar biasa ini secara otomatis mendongkrak total penjualan kumulatif dari keseluruhan franchise Onimusha melampaui angka 10 juta unit di seluruh dunia.
Membawa Sang Legenda, Miyamoto Musashi, ke Era Modern
Bagi kamu yang mungkin baru mengikuti seri ini, Onimusha: Way of the Sword adalah game action swordplay yang difokuskan pada pertarungan pedang yang intens. Mengambil latar di Kyoto pada zaman Edo, pemain akan langsung mengendalikan tokoh protagonis yang tak lain adalah sang ahli pedang legendaris Jepang, Miyamoto Musashi.
Capcom tampaknya benar-benar jor-joran dalam meracik game ini. Mereka berhasil memadukan action tebasan pedang yang memacu adrenalin—yang menjadi ciri khas dari seri klasik Onimusha—dengan balutan teknologi grafis mutakhir. Hasilnya? Visual yang memanjakan mata, cerita yang emosional dan mendalam, serta gameplay yang super responsif.
Kabar baiknya lagi, game ini tersedia untuk hampir semua platform kekinian, mulai dari PlayStation 5 (PS5), Xbox Series X|S, konsol terbaru Nintendo Switch 2, hingga PC melalui Steam, Epic Games, dan Xbox on PC.
Strategi Jitu Capcom Bangkitkan “Harta Karun” Lawas
Meledaknya angka penjualan Onimusha: Way of the Sword tentunya bukan cuma karena modal nostalgia. Kesuksesan ini adalah buah manis dari strategi marketing Capcom yang matang jauh-jauh hari. Rilisnya beberapa versi demo dan pameran hands-on menjelang peluncuran sukses membangun hype dan rasa penasaran di kalangan gamer dari berbagai kalangan.
Gebrakan ini juga menjadi bukti komitmen Capcom. Selain rutin merilis judul-judul game AAA baru setiap tahunnya, sang developer asal Jepang ini ternyata sedang gencar “menghidupkan kembali” IP (Intellectual Property) lawas mereka yang sudah lama vakum. Capcom berusaha memaksimalkan nilai perusahaan dengan memanfaatkan perpustakaan game kaya mereka untuk dinikmati oleh generasi gamer modern.
Nah, bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah kamu salah satu dari 1 juta kopi tersebut? Atau gamenya baru masuk ke daftar wishlist kamu bulan ini?