Apakah kamu masih ingat aksi supir taksi gokil ala San Francisco sambil diiringi lagu “All I Want” dari The Offspring yang terus meneriakkan ‘Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah!’ di telinga? Momen gaming era konsol Dreamcast (dan era kejayaan warnet/rental PS) ini dipastikan akan kembali!
Lewat ajang Gamescom, Sega memamerkan Crazy Taxi: World Tour, sebuah kebangkitan franchise klasik yang sepertinya bakal mengobati kerinduan para gamer veteran. Mengesampingkan sejenak kontroversi AI generatif yang sempat menyelimuti perilisannya, mari kita bahas murni soal seberapa gokil dan asyiknya game ini dimainkan!
Vibe Tahun 1999 yang Nggak Pernah Mati
Axel, sang sopir taksi ikonik kita, dipastikan kembali! Meskipun rambutnya tetap hijau dan kemeja Hawaiian-nya masih melekat, energi dari World Tour benar-benar membawa kita kembali ke era arcade tahun 90-an. Ditambah dengan kembalinya iringan musik punk rock dari The Offspring dan Bad Religion, memainkan game ini terasa seperti kembali ke tahun 1999 yang liar dan bebas.
Gameplay Arcade yang Makin ‘Gila’
Semuanya dimulai dari taksi kuning raksasa yang secara ajaib sangat lincah. Taksi ala Cadillac milik Axel ini kembali dibekali mekanik over-the-top khas Crazy Taxi: Crazy Dash untuk dorongan kecepatan instan, Crazy Stop untuk rem mendadak, dan pastinya, Crazy Drift.
Fitur drift inilah yang memastikan kebebasan mengemudi di World Tour tetap mempertahankan kekacauan seri aslinya yang santai dan enggak serius. Kamu bisa banting setir tajam di tikungan sambil terus memacu kendaraan bolak-balik demi mengantar penumpang dari titik A ke titik B.
Demo dari Sega di Gamescom difokuskan pada mode Crazy Rush, yang mirip dengan mode solo sandbox klasik (meski World Tour nantinya juga punya mode multiplayer dan fase closed beta). Berpacu melawan waktu, menjemput penumpang, dan melipatgandakan argo lewat kombo trik gila masih menjadi inti permainannya. Namun, yang paling menjanjikan adalah bagaimana Sega sukses memperluas gameplay intinya tanpa membuatnya menjadi rumit.
Menjelajahi Map Jerman: Dari Bandara hingga Festival Labu
Map bertema Jerman yang baru saja diungkap menjadi salah satu highlight utama. Bayangkan memulai permainan dengan meledakkan gas keluar dari terowongan bandara menuju landasan pacu, lalu dipaksa bermanuver di antara roda-roda pesawat jet raksasa yang sedang melaju. Setelah lolos dari momen menegangkan itu, kamu akan disambut dengan kekacauan bandara, menghindari troli koper, menabrak tumpukan barang, dan tentunya, mencari calon penumpang.
Setelah kamu mulai membawa penumpang dan mengumpulkan poin dari trik gila, area akan meluas ke kota turis Jerman bergaya kartun. Dari jalanan aspal berliku hingga alun-alun ramai berbatuan, lengkap dengan kedai pasar dan meja restoran yang siap kamu hancurkan dengan bemper depanmu. Di pinggiran kota, ada festival labu yang sedang berlangsung, jalanan pegunungan berkelok, hingga kastil megah di puncak bukit. Dunianya terasa sangat interaktif, penuh warna, dan hidup tanpa harus merusak momentum kecepatanmu.
Misi Sampingan (Odd Jobs) yang Makin Absurd
Inovasi paling keren di seri ini adalah integrasi mini-games langsung ke dalam map. Sambil ngebut mencari penumpang, kamu bisa melewati gerbang checkpoint time attack atau mengambil misi Odd Jobs. Misi ini sangat kocak dan mengundang tawa!
Contohnya, ada penumpang berkostum tupai yang minta dilempar sejauh mungkin menggunakan trik Crazy Stop. Di misi lain, kamu harus membantu petugas kebersihan kota menyedot sampah dengan cara menabrak sebanyak mungkin tong sampah agar isinya beterbangan dan bisa disedot oleh sang petugas dari kursi belakang taksimu. Bahkan ada misi kejar-kejaran ala film action di pedesaan lengkap dengan ledakan bom nitro!
Kesimpulanya
Konyol, memacu adrenalin, dan pastinya sangat menyenangkan. Itulah esensi sejati dari Crazy Taxi, dan World Tour berhasil menangkap serta mengeksekusinya dengan sempurna. Memang sayang comeback epik ini sedikit diwarnai isu penggunaan AI, namun jika ditanya apakah Crazy Taxi: World Tour menyenangkan dan wajib ditunggu?
Crazy Taxi: World Tour dijadwalkan rilis pada tahun 2027 untuk platform Xbox Series X/S, PS5, PC (Steam), dan Switch 2.