Gimindo | Game Portal

[Review] Phantom Blade Zero, Aksi Brutal Antara Hack n Slash dan Soulslike

Black Myth: Wukong, Game asal Negeri bambu ini sangat sukses besar untuk game bergenre soulslike. Walaupun dengan Studio berbeda, Phantom Blade Zero mencoba peruntungannya dengan membawa genre game hack-and-slash supaya bisa diterima oleh kalangan gamer diseluruh dunia. Dan menurut kami S-Game sebagai pengembang game, cukup berhasil membawanya ke seluruh dunia, bahkan Pre-Ordernya saja sudah lebih dari 500 ribu terjual.

Meskipun sebagian pemain mungkin mengiranya sebagai game Soulslike. Kendati mengadopsi beberapa elemen dari genre Soulslike, game ini menawarkan aksi cepat dan berdarah-darah yang dipadukan dengan cerita mendalam, asal kamu mau bersabar menikmatinya setengah jalan. Selain itu, game ini sangat menghargai waktu para pemainnya dengan cara yang jarang ditemui di game-game modern akhir-akhir ini. Seperti apa maksudnya? disimak saja review game ini.

Latar Belakang Cerita

Phantom Blade Zero mengikuti kisah seorang pendekar pedang bernama Soul yang difitnah atas pembunuhan Patriark dari The Order. Ia dibangkitkan kembali setelah jantungnya ditusuk dan kini hanya memiliki sisa waktu hidup selama 66 hari untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi tersebut. Premis ini menjadi fondasi yang kokoh, meski di awal cerita sempat terasa membingungkan. Pada paruh pertama permainan, plotnya agak sulit untuk diikuti. Saudara seperguruannya, Zuoshang, bekerja sama dengan tokoh-tokoh jahat dan membahas berbagai konsep tingkat tinggi seperti Transcendence (penyakit yang melanda dunia) atau bagaimana jiwa dapat dipindahkan ke dalam boneka.

Berbagai item lore yang tersebar di sepanjang permainan menjadi penyelamat utama, memberikan wawasan yang benar-benar memikat tentang pembangunan dunia (worldbuilding) Phantom Blade Zero. Saya merasa begitu hanyut dalam ceritanya dengan cara yang belum pernah saya rasakan lagi sejak bermain Returnal dan Horizon Zero Dawn. Meskipun butuh usaha ekstra untuk memahaminya.

Aksi yang Cepat dan Memuaskan

Sebagian besar waktu bermain akan dihabiskan dengan menikmati gameplay-nya yang luar biasa. Phantom Blade Zero mengingatkan kita pada Ninja Gaiden. Meskipun sama-sama mengutamakan visual yang mencolok, game ini tidak terlalu fokus pada sistem kombo arcade atau penilaian skor (grading), melainkan menempatkan pemain dalam pertarungan bos yang menantang layaknya game Soulslike. Ini adalah garis batas menarik yang berhasil dijembatani oleh Phantom Blade Zero dengan sukses. Kamu bisa merasakan kepuasan luar biasa saat berhasil mengatasi rintangan tanpa tekanan tambahan berupa penilaian performa.

Durasi “campaignnya” tergolong panjang untuk ukuran game aksi, memakan waktu sekitar 20 hingga 30 jam tergantung tingkat keahlian pemain. Sistem pertarungannya bisa terasa agak repetitif di awal karena mengandalkan animasi finisher sinematik untuk menghabisi musuh. Soul menggunakan 3 hingga 5 animasi finisher yang sama secara berulang pada musuh biasa. Memang terlihat keren di jam-jam pertama, tapi lama-kelamaan akan terasa membosankan. Kendati demikian, masalah ini perlahan teratasi saat kamu mulai mendapatkan variasi senjata dan jenis finisher baru.

Kami suka dengan keragaman persenjataan Soul. Outlaw Warblade dan Scarlet Wraithblade misalnya, sekilas mirip karena sama-sama senjata dua tangan berbentuk naginata, namun Outlaw Warblade mampu menyerap HP musuh, sementara Scarlet Wraithblade memanggil hamparan bunga bakung untuk memperlambat gerakan musuh. Efek khusus semacam ini membuat senjata-senjata tersebut benar-benar terasa unik, bukan sekadar perubahan warna saja.

Satu hal lain yang sangat kami sukai adalah pendekatan game ini terhadap stamina bar. Mekanismenya terlihat standar, tetapi ada twist menarik pada fitur pergantian senjata. Jika kamu beralih di antara dua senjata yang sedang dibawa, stamina kamu akan langsung pulih sepenuhnya. Ini sangat membantu baik saat menyerang maupun bertahan.

Ingin memperpanjang durasi serangan? Cukup ganti senjata! Fitur ini terbukti sangat krusial saat menghadapi bos maupun kerumunan musuh. Terus menerus menerima serangan atau mencoba melakukan parry berisiko merusak stamina bar, namun dengan mengganti senjata, kamu bisa langsung melanjutkan pertahanan. Ini adalah sistem dinamis yang sangat serbaguna sekaligus memuaskan.

Menghargai Waktu Pemain

Yang paling kami apresiasi adalah bagaimana Phantom Blade Zero sangat menghargai waktu pemainnya. Jika kalian ingin bereksperimen dengan senjata baru tetapi sudah terlanjur mengupgrade dengan material upgrade pada senjata lama, kamu bisa menurunkan levelnya (downgrade) untuk mendapatkan kembali seluruh material tersebut secara utuh guna diinvestasikan ke senjata lain tanpa dipungut biaya sepeser pun! Hal ini juga kita bisa mencoba berbagai jenis senjata tanpa perlu khawatir senjata baru akan tertinggal performanya.

Selain itu, jika kamu menghadapi pertarungan bos dengan banyak fase lalu gugur di tengah jalan, kamu bisa langsung bangkit kembali di fase tempat kamu mati, bukan mengulang dari awal pertarungan. Alih-alih membuang waktu melawan bentuk pertamanya lagi, kamu bisa langsung menyusun strategi ulang dengan item pemulihan (healing items) yang penuh.

Dunia Wulin yang Memukau untuk Dieksplorasi

Dunia Wulin sangat menyenangkan untuk dijelajahi dan dipenuhi dengan konten opsional berlimpah. Pengaruh gaya Soulslike paling terasa di sini, di mana eksplorasi selalu memberikan hadiah di setiap sudut, baik berupa material upgrade maupun aksesoris baru. Ada pula berbagai misi sampingan (side quests) yang memperkaya cerita Phantom Blade Zero dan sangat layak diselesaikan demi hadiah itemnya.

Seiring berjalannya permainan, kamu juga akan mendapatkan Phantom Edges, senjata alternatif seperti busur panah, fire mane, dan kapak. Beberapa di antaranya dapat digunakan untuk membuka area baru ala game Metroidvania, memberikan insentif bagi pemain untuk kembali ke area lama dan menemukan rahasia tersembunyi.

Grafis Phantom Blade Zero Yang Memukau

Dari segi visual, Phantom Blade Zero tampil memukau dengan desain lingkungan yang terinspirasi dari cerita rakyat dan budaya Tiongkok, mulai dari pegunungan, hutan, hingga tundra yang membuat proses eksplorasi tidak monoton.

Pada saat bermain di PC, game ini berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala performa serius maupun crash. Kendati demikian, ada satu masalah visual yang sulit diabaikan, yaitu fisik rambut. Dalam setiap adegan cutscene, fisika dan tekstur rambut karakter kerap berantakan dan terbang ke berbagai arah setiap kali karakter manusia muncul di layar yang mana itu terjadi hampir sepanjang waktu. Hal ini cukup mengganggu dan sedikit merusak imersi saat menonton cutscene. Kami ga tau ya kalau bermain di konsol, apakah mengalami hal yang sama? Semoga ada update fixnya, walaupun ini kekurangan kecil aja sih.

Kesimpulan

Phantom Blade Zero merupakan salah satu game aksi terbaik saat ini berkat dunia yang memikat dan gameplay berkecepatan tinggi. Meskipun ceritanya butuh waktu untuk dipahami sepenuhnya dan mekanisme permainannya terkadang terasa sedikit panjang, inspirasi budaya Wuxia yang diusungnya akan membuatmu merasa seperti jagoan tangguh, bahkan ketika kamu sedang babak belur menghadapinya.

Kelebihan:

Kekurangan:

Gimindo Score: (9/10) – Layak masuk Kategori GOTY ini sih.

0 Reviews

Write a Review