Roblox, platform game raksasa yang sangat populer di kalangan anak-anak, kini sedang berada di bawah pantauan ketat. Subkomite Kejahatan dan Kontraterorisme dari Komite Yudisial Senat Amerika Serikat resmi meluncurkan penyelidikan terhadap platform ini. Alasannya? Roblox dituduh lebih memprioritaskan pendapatan (revenue) dan metrik interaksi pemain (engagement) dibandingkan keamanan anak-anak di bawah umur.
Bagi kamu yang sering main atau membiarkan adik-adik bermain Roblox, kasus ini tentu menjadi sorotan penting yang tidak boleh dilewatkan dan harus benar-benar diawasi.
Tuntutan Transparansi dari Senat AS
Melalui surat resmi yang ditujukan kepada CEO Roblox, David Baszucki, Senator Josh Hawley dan Dick Durbin menegaskan bahwa dugaan aktivitas kriminal di dalam platform tersebut sangat membutuhkan pengawasan ketat dari kongres.
“Anda menggembar-gemborkan Roblox sebagai taman bermain digital yang aman bagi anak-anak, bahkan untuk yang baru berusia lima tahun,” tulis para senator dalam suratnya. “Namun, catatan publik justru menimbulkan pertanyaan serius tentang janji keamanan tersebut.”
Sebagai tindak lanjut, Roblox dituntut untuk menyerahkan berbagai dokumen penting selambat-lambatnya pada 31 Agustus 2026. Senat meminta hampir 30 jenis data spesifik, mulai dari jumlah laporan pelecehan fisik dan seksual di tahun 2023 hingga 2025, kasus perundungan (bullying), eksploitasi finansial, hingga seberapa cepat dan tegas Roblox memblokir akun-akun nakal tersebut.
Lonjakan Kasus Eksploitasi yang Mengkhawatirkan
Data yang dikantongi oleh komite Senat menunjukkan angka yang bikin merinding. Pada tahun 2025 saja, Roblox melaporkan lebih dari 65.000 dugaan kasus eksploitasi anak ke Pusat Nasional untuk Anak Hilang & Tereksploitasi (NCMEC). Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024.
Pihak kepolisian juga mencatat bahwa dalam satu dekade terakhir, banyak oknum dewasa yang ditangkap setelah melakukan tindakan kejahatan terhadap anak-anak yang mereka temui via Roblox. Modusnya beragam, mulai dari grooming, pelecehan seksual, penculikan, hingga tindak kekerasan ekstrem.
Mirisnya lagi, platform ini dilaporkan kerap disalahgunakan untuk memperdagangkan materi pelecehan, menyogok anak-anak agar membuat konten tidak pantas, hingga memancing mereka untuk bertemu langsung di dunia nyata.
pihak komite negegaskan bahwa anak-anak di platform Roblox sudah dititik yang sangat membahayakan dan komite tidak akan tinggal diam.
Bagaimana Tanggapan Pihak Roblox?
Merespons tudingan tajam ini, Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, segera angkat bicara. Ia mengklaim bahwa perusahaannya “dibangun di atas fondasi keamanan”.
“Kami tidak pernah berkompromi dengan komitmen tersebut. Kami siap membagikan fakta tentang bagaimana kami bekerja keras untuk melindungi anak-anak di platform kami,” ungkap Kaufman.
Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, Roblox memang telah menambahkan berbagai fitur keamanan baru. Beberapa di antaranya meliputi:
- Pemblokiran fitur pesan langsung (direct messaging) untuk pengguna di bawah 13 tahun.
- Pemeriksaan pengenalan wajah (facial recognition) secara global.
- Penerapan tag konten “isu sensitif” untuk pengalaman virtual di dalam game.
- Kebijakan moderasi akun yang lebih ketat.
Bukan Kasus Hukum Pertama
Tuntutan agar Roblox berbenah tak hanya datang dari Senat AS. Beberapa negara bagian seperti Louisiana dan wilayah Los Angeles County tercatat sudah pernah mengajukan gugatan hukum atas dasar membahayakan anak. Tak ketinggalan, pemerintah Australia juga menyoroti masalah serupa dan menyebut hal ini sebagai “kekhawatiran mendalam” bagi banyak orang tua di sana.
Akankah Roblox bisa membuktikan bahwa platform mereka benar-benar aman untuk gamer bocah, ataukah penyelidikan ini justru akan membongkar sisi gelap dari game sandbox terbesar di dunia ini? Kita tunggu saja update selanjutnya!