Bagi para PC gamer yang baru saja membeli perangkat keras keluaran Valve seperti Steam Deck atau Steam Controller, ada kabar kurang menyenangkan nih yang baru saja beredar. Valve sebagai produsen perangkat tersebut secara resmi telah menghubungi sejumlah pelanggannya di Eropa untuk memberi peringatan bahwa data pribadi mereka kemungkinan besar telah bocor akibat serangan siber.
Kabar ini pertama kali mencuat setelah banyak pengguna di Reddit melaporkan bahwa mereka menerima email peringatan dari Valve. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi dan apakah data penting seperti kartu kredit ikut diretas? Yuk, simak rangkuman lengkapnya!
Serangan Hacker pada Mitra Logistik Valve
Menurut email yang dikirimkan oleh Valve, serangan siber ini tidak terjadi langsung pada server milik Steam, melainkan pada CEVA Logistics. Bagi yang belum tahu, CEVA adalah perusahaan distribusi yang menangani pengiriman produk hardware Steam (seperti Steam Deck, Steam Machine, dan Steam Controller) di wilayah Eropa.
Serangan siber tersebut dilaporkan terjadi antara 29 Juli hingga 1 Agustus. Pihak Valve menyatakan bahwa CEVA masih terus menyelidiki insiden ini, tetapi pada tanggal 7 Agustus, Valve akhirnya diberi tahu bahwa sejumlah informasi krusial milik pelanggan Steam “kemungkinan besar telah disusupi”.
Mengingat CEVA menyimpan data pengiriman pelanggan hingga 90 hari setelah pemesanan dibuat, siapa pun yang membeli hardware Steam di Eropa dalam tiga bulan terakhir berisiko menjadi korban dari kebocoran ini.
Data Apa Saja yang Bocor? (Dan yang Aman)
Kabar baiknya, Valve menegaskan bahwa pihak logistik tidak memiliki akses ke data super-sensitif akun Steam kamu. Ini berarti Password Steam, informasi kartu kredit/pembayaran, dan kode Steam Guard dipastikan AMAN dan tidak ikut bocor.
Namun, karena CEVA bertugas mengantar barang ke depan pintu rumah, berikut adalah daftar informasi pribadi pelanggan yang kemungkinan besar telah jatuh ke tangan hacker:
- Nama lengkap
- Alamat rumah, kode pos, kota, dan negara
- Nomor telepon yang aktif
- Alamat email yang terhubung dengan akun Steam
- Jenis produk yang dipesan beserta total harganya
Awas Penipuan! Valve Peringatkan Ancaman Phishing
Dengan bocornya data pengiriman yang sangat detail ini, Valve memperingatkan pelanggannya untuk bersiap menghadapi potensi aksi penipuan atau scamming. Bermodalkan nama, alamat, dan histori pesanan, oknum tak bertanggung jawab bisa menyamar dengan sangat meyakinkan.
“Waspadalah terhadap pesan palsu — baik itu melalui email, SMS, maupun telepon — yang menyinggung pesanan hardware-mu dan berpura-pura berasal dari Steam, Valve, atau perusahaan kurir,” tulis Valve dalam peringatannya.
Modus penipuan yang paling mungkin terjadi adalah pelaku akan membacakan alamat rumahmu untuk meyakinkan bahwa mereka adalah pihak kurir asli. Setelah itu, mereka mungkin akan meminta kamu untuk membayar “biaya bea cukai tambahan”, biaya pengiriman ulang, atau memintamu login ke situs palsu untuk “memverifikasi” pesanan.
Valve menegaskan: Anggap semua pesan semacam itu sebagai penipuan! Kamu tidak perlu mengubah password Steam atau mengubah pengaturan keamanan akunmu.
Saat ini, pihak CEVA Logistics dilaporkan telah mengisolasi sistem yang terdampak, mematikannya dari jaringan internet, dan membawa tim investigator independen untuk menyelidiki sejauh mana dampak dari serangan siber ini.
Catatan Kami: Meski insiden ini saat ini berfokus pada pelanggan Steam di wilayah Eropa, ini menjadi pengingat keras bagi kita semua, termasuk para gamer di Indonesia untuk selalu waspada terhadap pesan penipuan (phishing) yang mengatasnamakan jasa ekspedisi. Pastikan kamu selalu melakukan double-check sebelum mengklik link resi atau mentransfer biaya tambahan yang mencurigakan!
Jadi, hati hati ya kalian?