Review Echoes of Aincrad — Ketika Aincrad Kembali, Tapi Belum Sepenuhnya Menggigit

Ada sesuatu yang selalu menarik dari Aincrad.

Dunia virtual yang menjadi fondasi Sword Art Online sejak awal memiliki konsep yang sebenarnya sangat kuat: sebuah game MMORPG yang berubah menjadi perang hidup dan mati, dengan setiap lantai menyimpan ancaman, misteri, dan kemungkinan kematian permanen.

Namun Echoes of Aincrad memilih pendekatan yang sedikit berbeda. Alih-alih menjadikan Kirito dan karakter-karakter ikonik sebagai pusat cerita, game ini memberikan ruang lebih besar kepada pemain untuk menciptakan karakter sendiri dan menjalani petualangan mereka di dunia Aincrad.

Pendekatan tersebut membuat Echoes of Aincrad terasa lebih seperti “kesempatan kedua” untuk benar-benar hidup di dunia Sword Art Online, bukan sekadar memainkan ulang kisah anime.

Aincrad dari Sudut Pandang Baru

Salah satu keputusan paling menarik dari Echoes of Aincrad adalah bagaimana game ini tidak terlalu bergantung pada karakter utama dari seri aslinya.

Pemain membuat avatar sendiri, membangun party, menerima quest, menjelajahi area, dan bertarung layaknya sedang memainkan sebuah MMORPG—meskipun seluruh pengalaman tetap dirancang sebagai action RPG single-player.

Konsep ini sebenarnya cocok dengan fantasi utama Sword Art Online.

Kita tidak hanya ingin melihat Kirito bermain game. Kita ingin tahu bagaimana rasanya menjadi salah satu pemain yang terjebak di Aincrad.

Dan di sinilah Echoes of Aincrad memiliki daya tarik terbesarnya.

Combat yang Menjadi Fondasi Utama

Echoes of Aincrad

Pertarungan adalah salah satu bagian terbaik dari game ini.

Sistem action RPG-nya terasa cukup responsif dan memberikan ruang untuk menggabungkan serangan, kemampuan khusus, serta kerja sama dengan anggota party.

Masalahnya, kualitas pertarungan tersebut tidak selalu diikuti oleh desain dunia yang sama kuat.

Eksplorasi terkadang terasa terlalu kosong. Beberapa area memiliki struktur yang relatif repetitif, sementara musuh dan encounter tertentu terasa digunakan berulang kali. Beberapa kritik juga menyoroti desain map yang kurang memiliki identitas serta variasi musuh dan boss yang belum cukup kuat.

Akibatnya, ada momen ketika kita menikmati combat-nya, tetapi mulai kehilangan rasa penasaran terhadap apa yang ada di balik area berikutnya.

Aincrad yang Indah, Tapi Kurang Berisi

Echoes of Aincrad Walkthrough Header.jpg

Secara visual, Echoes of Aincrad mampu menghadirkan dunia virtual yang cukup menarik.

Namun problem utamanya bukan apakah dunia tersebut terlihat bagus, melainkan apakah dunia tersebut terasa hidup.

Aincrad seharusnya menjadi tempat yang membuat pemain ingin terus berjalan.

Sayangnya, beberapa area justru terasa seperti ruang kosong yang menghubungkan satu objective dengan objective lainnya.

Ini cukup disayangkan karena konsep Aincrad sebenarnya menawarkan begitu banyak kemungkinan desain level.

Untuk Fans Sword Art Online atau Bukan?

Echoes of Aincrad Prologue 8.jpg

Menariknya, Echoes of Aincrad cukup ramah untuk pemain yang tidak terlalu familiar dengan Sword Art Online.

Karena cerita tidak sepenuhnya bergantung kepada Kirito dan kronologi anime, pemain baru masih bisa menikmati game ini sebagai action RPG dengan konsep dunia virtual.

Namun penggemar Sword Art Online tetap mendapatkan nilai tambah dari atmosfer, terminology, dan dunia Aincrad yang sudah dikenal.

Dengan kata lain, game ini tidak eksklusif untuk fans.

Tetapi fans-lah yang kemungkinan besar akan mendapatkan pengalaman paling emosional darinya.

Verdict

Echoes of Aincrad memiliki fondasi yang sebenarnya cukup menjanjikan.

Combat-nya menyenangkan, konsep membuat karakter sendiri cocok dengan fantasi Sword Art Online, dan pendekatannya terhadap Aincrad memberikan perspektif baru.

Sayangnya, desain dunia yang repetitif, eksplorasi yang kurang berisi, serta kedalaman endgame yang belum maksimal membuat game ini terasa seperti sebuah kesempatan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Ia bukan game Sword Art Online yang buruk.

Justru sebaliknya—Echoes of Aincrad memperlihatkan bahwa formula ini masih memiliki potensi besar.

Masalahnya, potensi tersebut belum seluruhnya berubah menjadi pengalaman yang benar-benar memorable.

SCORE: 6.5/10

Recommended for:
Fans Sword Art Online, penggemar action RPG, dan pemain yang ingin merasakan Aincrad dari perspektif karakter original.

Not recommended for:
Pemain yang mencari open-world RPG dengan eksplorasi sangat kaya dan variasi konten yang tinggi.

Bang AL

Penulis artikelnya Gimindo.com

Read Previous

Nintendo Dengan Berat Hati Menaikkan Harga Produknya

Read Next

Kabar Gembira buat Para Gamer! SEGA Rilis Playlist Spesial 100 Lagu Andalannya di Spotify dan Apple Music

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *