[Review] Final Fantasy Resonance: Kembali ke Klasik Dengan Sangat Baik

Bagi para pencinta JRPG klasik, nama Final Fantasy udah paling bener untuk bangkitkan nostalgia akan era keemasan game berbasis kristal dan pertarungan turn-based. Di tengah dominasi game-game modern bergenre aksi, Square Enix secara mengejutkan kembali ke akar klasiknya lewat rilis terbaru mereka, Final Fantasy Resonance.

Mengusung gaya visual HD-2D yang memukau, mirip seperti yang sukses diterapkan pada seri Octopath Traveler, game ini seolah menjadi surat cinta bagi para penggemar setia sekaligus bukti bahwa formula klasik masih memiliki tempat istimewa di industri game saat ini.

Kisah Klasik di Tanah Lapis dan Kerajaan Grandshelt

Cerita Final Fantasy Resonance berpusat di Land of Lapis dan Kingdom of Grandshelt. Anda akan mengikuti perjalanan Rain dan Lasswell, dua sahabat masa kecil yang bertugas sebagai ksatria di skuadron kapal udara kerajaan. Penyelidikan mereka terhadap Earth Crystal berujung pada bentrokan dengan Veritas of the Dark, seorang figur misterius berlapis baja hitam yang berhasil mengalahkan mereka dan menghancurkan kristal tersebut.

Seiring berjalannya petualangan, mereka bertemu dengan Fina, seorang gadis amnesia yang masa lalunya terikat erat dengan para kristal, serta membentuk aliansi untuk melindungi sisa-sisa kristal dunia.

Meski tema persahabatan, rivalitas, dan pertarungan antara cahaya dan kegelapan terasa sangat khas ala Final Fantasy, harus diakui bahwa penulisan cerita menjadi salah satu titik terlemah game ini. Alurnya cenderung mengikuti formula JRPG tradisional yang mudah ditebak, dan meskipun karakternya cukup menyenangkan untuk diikuti, narasinya terkadang kurang kuat untuk mempertahankan fokus pemain secara penuh.

Sistem Stagger di Pertempuran Turn-Based

Aspek gameplay adalah tempat di mana Final Fantasy Resonance benar-benar keren. Menggunakan sistem turn-based klasik lengkap dengan peta dunia, kota, gua, serta ruang bawah tanah untuk dieksplorasi, game ini menyuntikkan berbagai pembaruan modern yang membuat pertempuran terasa segar.

Setiap musuh kini dibekali dengan bar stagger di bawah indikator HP setiap karakter. Melancarkan serangan secara konsisten, terutama dengan mengeksploitasi semua kelemahan elemen musuh, akan menguras bar tersebut lebih cepat. Ketika musuh berhasil di-stagger, mereka akan kehilangan giliran (turn), memberikan Anda celah untuk melancarkan damage masif.

Jika Anda berhasil men-stagger seluruh musuh dalam satu pertempuran, game akan memicu Sweeping Stagger, yang memberikan seluruh anggota party aksi tambahan. Pada momen ini, Anda bisa melepaskan Resonance, serangan pamungkas dahsyat yang terikat pada Visions yang Anda lengkapi.

Sistem Visions yang Fleksibel dan Semua Karakter FF Series

Salah satu fitur paling menarik dalam game ini adalah Vision System, yang berfungsi mirip seperti Job System klasik. Menariknya, Visions didasarkan pada karakter-karakter ikonis dari berbagai seri Final Fantasy terdahulu, mulai dari Cloud, Noctis, Squall, hingga Clive dan Lightning, serta karakter orisinal dari Final Fantasy Brave Exvius (game mobile yang menjadi akar inspirasi judul ini).

Setiap Visions memberikan kemampuan aktif dan pasif yang unik, memungkinkan Anda meracik strategi dan susunan party yang fleksibel. Beberapa kemampuan bahkan menjadi permanen setelah dikuasai, memberi kebebasan penuh bagi pemain untuk bereksperimen tanpa merasa terkekang.

Performa Teknis dan Eksplorasi Dunia

Dari sisi performa, Final Fantasy Resonance menjadi kejutan yang sangat menyenangkan. Game ini berjalan dengan sangat stabil di berbagai platform seperti PC, Steam Deck, maupun Nintendo Switch 2. Di Steam Deck dan Switch 2, game mampu mempertahankan target performanya dengan baik, meskipun ada sedikit penurunan frame rate sesekali saat mengeksplorasi peta dunia terbuka (overworld) akibat efek visual dan cutscene yang kompleks.

Selain itu, kehadiran fitur pengaturan kecepatan pertempuran (slow, medium, fast) sangat membantu pemain yang mungkin cepat bosan dengan tempo pertarungan lambat, menjadikan game ini jauh lebih ramah diakses oleh berbagai tipe gamer.

Kesimpulan: Apakah Game Ini Layak Dimainkan?

Final Fantasy Resonance berhasil merangkum berbagai elemen terbaik yang mendefinisikan warisan Final Fantasy selama dekade terakhir dan membungkusnya dalam estetika modern yang menawan. Meskipun narasinya tergolong standar dan misi sampingannya (side quests) tidak terlalu istimewa, pengalaman bertualang, kedalaman strategi tempur, serta sentuhan nostalgia HD-2D membuatnya sangat layak dimainkan.

Bagi para penggemar setia Final Fantasy, terutama yang merindukan gaya permainan jadul berbalut visual indah, game ini sangat wajib masuk dalam daftar wishlist Anda.

Kelebihan:

  • Gameplay klasik yang asik
  • Banyak Pilihan karakter dari serial Final Fantasy terdahulu
  • Formula kombinasi Serangan dan Stagger
  • Grafis Jadul namun menawan

Kekurangan:

  • Terkadang ada Framedrop selama permainan
  • Cerita yang kurang kuat dipendalaman karakter
  • Dengan grafis yang seperti ini, harusnya PS4 bisa masuk sih

Gimindo Score: ⭐⭐⭐ ⭐⭐ (9/10) – Layak Banget buat dimainin.

Bang Gimin

Penulis artikelnya Gimindo.com

Read Previous

Game Legendaris Kembali! EA Sports Resmi Hidupkan Lagi Franchise Fight Night Setelah 15 Tahun Mati Suri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *