July 29, 2021

[Review] Scarlet Nexus

Bandai Namco, developer sekaligus publisher yang dikenal melalui beragam game dengan cita rasa khas anime ini akhirnya kembali menciptakan sebuah IP baru dengan formula unik.

Memadukan cita rasa khas game-game action RPG Jepang dengan tema “Brainpunk”, game berjudul Scarlet Nexus ini langsung menarik perhatian para gamer sejak pertamakali diumumkan.

Apalagi game ini juga dikembangkan oleh tim internal Bandai Namco yang sebagian besarnya merupakan orang-orang yang pernah terlibat dalam proyek pengembangan Tales of Vesperia tahun 2008 silam. Hal ini seolah menjadi jaminan kesuksesan dari game Scarlet Nexus itu sendiri.

Lantas apakah game ini layak untuk dimainkan oleh para gamer pecinta game bergenre RPG Jepang? Akan dibahas dalam review kali ini.

Story

Dikisahkan di masa depan, peradaban manusia telah mengalami kemajuan pesat. Umat manusia telah menemukan sebuah teknologi untuk memanfaatkan kemampuan hormon psionik pada otak manusia yang akan memberikan kekuatan ekstra sekaligus mengubah dunia.

Namun hal ini juga memicu eksistensi mutan gila yang dikenal dengan sebutan The Others. Makhluk yang memakan otak manusia karena rasa lapar tak tertahankan. Demi meilindungi dunia dari ancaman makhluk tersebut, pemerintah pun membuat sebuah pasukan khusus pembasmi The Others yang dinamakan Other Suppression Force (OSF).

Dalam game ini kita akan diberikan pilihan untuk memilih jalan cerita dari dua karakter berbeda yaitu Yuito Sumeragi dan Serta Kasane Randall.

Yuito adalah seorang pemuda yang punya sikap ramah kepada siapapun dan cenderung naif. Ia merupakan tipikal karakter protagonis JRPG pada umumnya. Dirinya memutuskan bergabung menjadi bagian dari anggota OSF karena terinspirasi oleh orang yang telah menyelamatkan nyawanya saat ia kecil dulu.

Yuito juga merupakan petarung jarak dekat yang dipersenjatai oleh sebilah pedang katana serta dianugerahi dengan kemampuan psikokinesis yang memungkinkan dirinya melemparkan objek di sekitarnya sebagai proyektil.

Sebagai bagian dari keluarga terpandang dimana ayahnya yaitu Joe Sumeragi merupakan kepala dewan New Himuka dan kakaknya merupakan kepala dari OSF itu sendiri, Yuito seringkali mendapatkan perlakuan khusus dari teman-temannya. Hal tersebutlah yang membuatnya ingin membuktikan bahwa dirinya juga memiliki semangat juangnya sendiri.

Sementara, Kasane adalah tipe gadis yang misterius dan seringkali bersikap dingin pada siapa saja. Merupakan adik dari Naomi Randall namun dirinya lebih terlihat seperti seorang kakak yang ingin melindungi saudarinya. Ia dibekali senjata berupa pisau lempar atau dagger yang memungkinkan dirinya menyerang dari jarak yang agak jauh. Kemampuannya psikokinesisnya sendiri kurang lebih mirip dengan Yuito, di mana ia juga bisa melemparkan objek menggunakan pikirannya.

Yang menarik dari Scarlet Nexus ini adalah untuk mengetahui jalan cerita secara lengkapnya kita dianjurkan untuk memainkan kedua protagonis tersebut. Karena cerita dibagi menjadi dua persepktif yang berbeda. Apalagi jalan ceritanya pun menarik untuk diikuti, penuh intrik, plot twist dan memiliki karakter dengan pendalaman cerita masing-masing.

Karakter manapun yang dipilih terlebih dahulu tidak akan mempengaruhi pengalaman selama memainkannya karena player bisa melanjutkan petualangan karakter kedua melalui fitur New Game Plus menggunakan Clear Save Data dari karakter pertama.

Gameplay

Game ini bersetting di sebuah negara bernama New Himuka yang terdiri dari kota futuristik seperti Suoh dan Seiran. Uniknya, berbagai hal yang adai di kota ini sendiri terhubung dengan teknologi canggih bernama Psynet yang dikendalikan menggunakan otak. Sebagaimana sebuah game JRPG pada umumnya, tiap area terbagi atas kota dan dungeon.

Dimana saat berada dalama kota, kita bisa berkeliling mencari berbagai item atau menerima serta menyelesaikan quest dari NPC. Sayangnya, Bandai Namco masih membawa penyakit lamanya, di mana misi sampingan dalam game ini sendiri terasa kurang menarik dan hanya berupa fetch quest saja seperti mengumpulkan item atau sekedar mengalahkan jenis monster tertentu tanpa diperkuat oleh cerita memorable.

Petualangan yang sebenarnya baru bisa dirasakan ketika memasuki dungeon. Desain dungeonnya sendiri bisa dibilang terhitung linear dan tidak terlalu kompleks. Player hanya dituntut untuk mencapai titik objektif dan mengalahkan musuh sepanjang jalan. Namun terkadang terkadang untuk memasuki area tertentu kita diharuskan untuk mencari kunci atau meminjam kemampuan dari anggota OSF lainnya. 

Untuk sistem pertarungannya sendiri game ini menghadirkan combat Hack and Slash yang menuntut player untuk mengatur stategi terbaik dalam melancarkan serangan dan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh Yuito atau Kasane. Player bisa melancarkan rangkaian serangan kombo darat maupun udara dengan mengombinasikan serangan cepat, serangan kuat, serangan udara hingga melemparkan objek menggunakan kemampuan psikokinesis.

Serangan psikokinesis sendiri terbagi menjadi dua kategori, yaitu serangan untuk melemparkan objek biasa dan objek spesial. Untuk objek biasa, player dapat memicunya dengan menahan tombol R2, yang kemudian bisa dilanjutkan dengan serangan fisik.

Sementara, untuk melemparkan objek spesial, player bisa menekan tombol L2 apabila objek tersebut tersedia di medan pertempuran. Setelah melemparkan objek spesial, biasanya akan ada sesi Quick Time Event (QTE) yang meminta player untuk menggerakkan analog kiri, kanan atau bahkan keduanya, untuk menghasilkan daya serangan yang lebih besar.

Selama menjelajahi dungeon, Yuito ataupun Kasane akan didampingi oleh beberapa anggota OSF yang akan menjadi karakter party. Selain bertarung bersama, mereka juga bisa meminjamkan kekuatannya untuk digunakan oleh Yuito ataupun Kasane saat bertarung melawan musuh.

Sebuah fitur yang akan sangat berguna sekali saat melawan musuh dengan kemampuan spesial karena tidak hanya menambah daya serang saja, masing-masing party akan sangat berkontribusi dalam upaya mengalahkan musuh tersebut. Sebagai contoh, ada beberapa jenis The Others yang mampu menyembunyikan dirinya dibalik kabut, berkat meminjam kemampuan penglihatan tembus pandang yang dimiliki oleh karakter bernama Tsugumi, Yuito bisa melihat dimana keberadaan monster tersebut dengan jelas.

Selain itu, dengan mengalokasikan sejumlah Brain Point (BP) yang didapat dari kenaikan level karakter utama juga bisa membuka berbagai kemampuan baru melalui sebuah pohon skill bernama Brain Map.

Tak hanya itu saja, dengan mengajak bicara, memberikan gift, serta membalas pesan dari karakter lain akan memicu adegan Bond Episode yang nantinya akan membuka skill baru dari karakter yang bersangkutan pada setiap kenaikan Bond Level. Dimana melalui Bond Episode ini kita juga bisa lebih mengenal kisah hidup karakter lain.

Secara garis besar Scarlet Nexus menawarkan sebuah pengalaman JRPG yang seru untuk dimainkan apalagi untuk para gamer yang menyukai gameplay action Hack and Slash dengan fase cepat.

Visual

Sepertihalnya game garapan Bandai Namco kebanyakan, Scarlet Nexus menghadirkan visual cel-shaded graphics khas Anime yang kali ini dibalut dengan teknologi Unreal Engine 4 sehingga membuat tampilan visualnya semakin memukau bak sebuah film animasi berkualitas tinggi.

Mulai dari desain karakter, efek-efek partikel serta kehancuran, hingga desain dunia dan kotanya dibuat dengan begitu memukau. Apalagi bagi para gamer yang memainkannya di PC dengan settingan rata kanan ataupun console PS5 dan Xbox Series.

Meskipun tidak semua cutscene dibuat seperti film anime 3D dan dibeberapa titik penceritaan dibawakan dalam bentuk skit layaknya sebuah game visual novel, namun hal tersebut menurut penulis justru merupakan salah satu formula unik anti mainstream yang ingin dihadirkan oleh pihak developer.

Audio

Saat pertama kali memainkan game ini, para gamer akan disambut dengan opening animation dengan iringan lagu “Dream In Drive” yang dibawakan oleh band rock asal Jepang, The Oral Cigarettes. Sebuah lagu yang penulis yakini akan membuat para gamer terutama pecintan anime langsung jatuh hati.

Tidak hanyaitu saja, Scarlet Nexus juga diiringi dengan soundtrack catchy yang memorable dan sesuai dengan tema dunia futuristiknya. Beberapa pertarungan juga diisi dengan musik latar bertempo beat yang tak jarang membangkitkan rasa hype tersendiri.

Penempatan musiknya juga terasa tepat di setiap momen, baik dalam pertarungan, percakapan hingga waktu santai di markas. Game ini didukung oleh dua jenis sulih suara, yaitu Bahasa Inggris dan Jepang, dimana keduanya memiliki kualitas yang sangat baik dalam menyampaikan emosi setiap karakternya.

Kesimpulan

Scarlet Nexus bisa dibilang merupakan salah satu game Action RPG terbaik garapan Bandai Namco. Bukan hanya menghadirkan jalan cerita menarik saja, game ini juga menawarkan gameplay dengan formula baru yang membuatnya seru untuk dimainkan, kualitas visual cel-shaded graphics khas Anime yang memukau, serta kualitas Audio dari segi ost dan juga sulih suara (Jepang & Inggris) yang baik.

Walaupun di beberapa porsi certita disajikan dalam bentuk skit ala-ala game visual novel, namun penulis rasa hal tersebut dilakukan semata-mata karena Bandai Namco ingin menghadirkan gaya penceritaan yang baru.

Kekurangannya mungkin pada kualitas side quest-nya yang lagi-lagi masih disajikan dalam bentuk fetch quest atau misi bolak balik seperti mengumpulkan item atau sekedar mengalahkan jenis monster tertentu saja tanpa diperkuat oleh cerita.

Akan tetapi secara keseluruhan game ini layak untuk dimainkan oleh para gamer pecinta game RPG Jepang serta para penikmat serial anime bergenre action.

Yandi Nurdiansyah

Read Previous

Dunia Games League 2021 Siap Majukan Ekosistem Games di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *