October 27, 2020

Buyer’s Guide: Motherboard MicroATX Intel B460 untuk PC Gaming Medium/Menengah

Intel baru saja meluncurkan prosesor desktop generasi ke-10 (10th Gen) terbaru yang menawarkan teknologi Hyper-threading untuk semua model atau serinya. Ini berarti, prosesor Core i3 10th Gen entry level-nya juga sudah mendukung teknologi Hyper-threading dan memiliki performa lebih baik dari prosesor Intel Core i3 9th Gen sebelumnya.

Di antara prosesor Intel Core 9th Gen, prosesor Core i5-9600 bisa dianggap sebagai prosesor ideal untuk PC Gaming karena perbandingan harga dan kinerja yang menarik. Bagaimana dengan prosesor Intel Core 10th Gen terbaru saat ini? Apabila fitur overclocking bukan fokus Anda, pilihan ideal buat para gamer biasanya adalah Intel Core i5-10600. Seri i5 lainnya yang juga bisa menjadi pilihan adalah Core i5-10400, i5-10500, dan Core i7-10700. Tentunya ini bergantung pada alokasi anggaran Anda masing-masing.

Baik Core i5-9600 dan Core i5-10400/i5-10600 semuanya memiliki 6 core (inti), tetapi prosesor Intel 10th Gen (i5-10400/i5-10600) sudah mendukung Hyper-threading. Fitur Hyper-threading inilah yang menjadi faktor utama benchmark CPU intensif Core i5-10400/Core i5-10600 lebih unggul dari Core i5-9600 terdahulu.

Selain memilih prosesor dan graphics card (kartu grafis) yang tepat, salah satu aspek penting lainnya dalam merakit PC gaming adalah memilih jenis motherboard. Berbicara mengenai motherboard tentu tidak terlepas dari chipset yang tertanam pada motherboard tersebut. Khusus motherboard untuk prosesor Intel Core 10th Gen (Comet Lake-S) terbaru, ada beberapa pilihan chipset motherboard, antara lain Z460, H470, B460, dan H410. Para gaming enthusiast biasanya fokusnya tertuju pada chipset premium/high-end, Intel Z490 atau chipset mid-end Intel H470. Namun, jika ingin merakit PC gaming yang tidak kalah mumpuni dan lebih terjangkau, pilihan menariknya adalah motherboard dengan chipset Intel B460.

Bagi Anda yang berencana menggunakan prosesor Intel seri non-K 10 (non-unlocked CPU), motherboard dengan chipset Intel B460 (sebut saja motherboard B460) adalah pilihan menarik, baik dari aspek performa, fitur, dan tentunya harga. Dengan memilih motherboard yang lebih terjangkau (murah), dana Anda pun dapat dialihkan untuk membeli prosesor/CPU dan kartu grafis yang lebih baik.

Dalam hal ini, motherboard tipe microATX patut Anda pertimbangkan karena selain menyediakan hampir semua fitur motherboard Z490, form factor-nya yang ringkas juga ideal bagi mereka yang tidak menginginkan PC berdimensi besar. Jadi, di sini kita berfokus pada beberapa motherboard berbasis chipset Intel B460 microATX yang menarik dan mencoba menemukan motherboard yang terbaik dan direkomendasikan untuk Anda.

Core i5-10400 / 10600 / Core i7-10700: Upgrade yang Signifikan dari Core i5-9600

Di sini kita akan melihat performa dari aplikasi benchmark dan game untuk prosesor/CPU Intel Core i5-9600, Core i5-10400, Core i5-10600, dan Core i7-10700.

Dari skor hasil pengujian/benchmark Cinebench R20 dapat diketahui bahwa Core i5-10600 34% lebih cepat dari Core i5-9600. Core i5-10400 bahkan 22% lebih cepat dari Core i5-9600. Pada pengujian proses transcoding video dengan Handbrake, Core i5-10600 juga 19% lebih cepat dari Core i5-9600 dan Core i5-10400 lebih cepat 9%. Keunggulan Intel 10th Gen terbaru ini masih berlanjut pada skor benchmark PCMark 10, di mana Core i5-10400 dan Core i5-10600 lebih unggul/cepat dalam perfoma sistem secara keseluruhan.

Lebih detailnya dapat Anda simak dari tiga grafik hasil benchmark (Cinebench, HandBrake, PCMark 10) di bawah ini.

Ketika kita beralih ke beberapa genre game 3D graphics, setidaknya ada 4 game title yang bisa dijadikan acuan, antara lain Far Cry New Dawn (FPS/First-person shooter), The Division 2 (shooter RPG), F1 2018 (racing game), dan Assassin’s Creed: Origins (action-adventure). Dari pengujian (real-world benchmark) dengan keempat multi-genre game tadi, terbukti performa Core i5-10600 juga lebih unggul/cepat dari Core i5-9600. Jadi bisa disimpulkan prosesor Intel Core i5 10th Gen lebih cepat dari Intel Core i5 9th Gen, baik performanya di aplikasi benchmark (synthetic benchmarking) maupun game (real world benchmarking). Dengan kata lain, beralih/upgrade ke prosesor Core i5 10th Gen adalah pilihan yang layak dalam merakit PC gaming baru Anda.

Motherboard microATX B460: Pilihan Ideal Ada di Rentang Harga US$ 100 – 140

Motherboard dengan chipset Intel B460 di pasaran tersedia mulai dari harga US$ 80 hingga US$ 170. Pada kisaran harga US$ 100 hingga US$ 140, Anda bisa mendapatkan hampir semua fitur yang dibutuhkan dengan harga yang relatif terjangkau. Setiap produsen menawarkan motherboard microATX di rentang harga tersebut dengan pertimbangan estetika dan fitur yang seimbang.

Pada kisaran harga ini, sebagian besar motherboard sudah menawarkan heat sink dengan desain menarik dan efisien. Anda bahkan dapat menemukan VRM handal yang dapat bersaing dengan beberapa motherboard Z490 kelas entry-level (terjangkau). Pilihan media penyimpanan (storage) yang memadai dan interface jaringan terbaru, seperti 2.5GbE LAN dan Wi-Fi 6 juga sudah memenuhi kebutuhan sebagian besar konsumen dan PC enthusiast saat ini. Motherboard B460 pada kisaran harga ini adalah ‘sweet spot’ harga, fitur, dan estetika untuk para gamer dengan anggaran terbatas (budget gamers).

Pentingnya VRM Tangguh dalam Mendongkrak Performa CPU

Banyak yang mungkin beranggapan atau bertanya, kenapa motherboard B460 yang tidak dirancang untuk overclocking masih membutuhkan peranan VRM (Voltage Regulator Module)? Perlu diketahui sebelumnya, VRM (dan komponen pendukungnya) berfungsi untuk menjaga kestabilan pasokan tegangan (DC) ke berbagai komponen (CPU, GPU/graphics card) yang terpasang di motherboard.

Apabila Anda menggunakan prosesor entry level, seperti Core i3, keberadaan VRM mungkin tidak perlu menjadi fokus/perhatian Anda. Namun, jika Anda berencana menggunakan prosesor dengan 8C16T (8 core/16 thread) Core i7-10700 atau 10C/20T Core i9-10900, adanya VRM wajib menjadi perhatian Anda. Ini karena ketika Anda menggunakan prosesor Core i7-10700 atau Core i9-10900 untuk menjalankan proses dengan beban kerja (workload) yang berat, Anda membutuhkan VRM yang kuat atau memadai untuk menjaga suhu prosesor/komponen tidak terlalu panas (overheating).

Untuk mencegah terjadinya overheating VRM, sebagian besar motherboard menerapkan standar ambang batas pasokan daya dari Intel. Namun, ini bisa membatasi (mengekang) performa Core i7-10700 atau Core i9-10900 saat menjalankan workload berat, seperti rendering atau editing video.

Tidak mengherankan beberapa produsen motherboard pun menyiasati hal tersebut untuk ‘mengekstrak’ performa maksimum prosesor tanpa harus mengorbankan kestabilan sistem. Misalnya, ASUS menghadirkan fitur APE (Asus Performance Enhancement) dan ASRock dengan fitur BFB (Base Frequency Boost). Fitur APE dan BFB pada prinsipnya memperluas rentang pasokan daya pada motherboard agar prosesor/CPU dapat berjalan di frekuensi yang lebih tinggi.

Mengacu pada artikel benchlife.info, ASUS telah meningkatkan limit daya hingga 210 W dari limit daya Intel 65 W pada ROG STRIX B460F-GAMING dan 125 W pada beberapa motherboard dengan chipset B460 dan H470. Menurut artikel ini, berdasarkan informasi dari situs MSI, MSI bahkan menawarkan limit daya hingga 255 W, yang artinya lebih tinggi yang ditawarkan pada motherboad ASUS dan ASRock. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

Sumber: benchlife.info

MSI menawarkan limit daya yang lebih tinggi untuk motherboard berbasis B460 dan H410 dibandingkan motherboard B460 dari produsen lainnya. (sumber:MSI)

Melalui informasi di situs web-nya, MSI juga menunjukkan bahwa adanya VRM dengan limit daya hingga 255W pada dua model motherboard-nya (B460M MORTAR dan B460 Tomahawk), performa Intel Core i9-10900K berdasarkan skor benchmark Cinebench jauh lebih baik daripada performa motherboard dengan limit daya 65W dari Intel.

Sumber: MSI

Untuk motherboard microATX pada kisaran harga ini, MSI B460M MORTAR cukup menarik atau menonjol dengan fitur VRM 12 fasenya. VRM yang diusungnya bahkan lebih ‘bertenaga’ daripada beberapa motherboard Z490 entry level dari produsen lain. Patut diacungkan jempol karena motherboard dari MSI ini bahkan sanggup menjalankan prosesor Core i9-10900K dan i7-10700K yang di-overclock secara stabil dan bebas overheating.

Sebagai tips, jika Anda ingin menggunakan Intel Core i5 atau prosesor yang lebih tinggi kelasnya, maka pilih setidaknya motherboard yang memiliki VRM 6 fase dengan fitur “Frequency Boost”. Di sisi lain, jika Anda berencana untuk menggunakan Core i7 atau bahkan prosesor Core i9, disarankan untuk memilih motherboard dengan VRM yang tangguh agar performa maksimum dari prosesor/CPU bisa diperoleh. Salah satu direkomendasikan adalah motherboard microATX MSI B460M MORTAR.

2.5 GbE LAN & Wi-Fi 6: Tidak Semua Motherboard B460 Menyediakannya

Fitur lain yang juga harus Anda pertimbangkan adalah kelengkapan fasilitas storage (penyimpanan) dan connectivity (konektivitas). Berikut ini adalah perbandingan motherboard microATX B460, termasuk dukungan fitur VRM, storage, dan konektivitas.

Pedomannya adalah semakin banyak port USB dan slot M.2 yang ada di motherboard akan semakin baik bagi Anda. Termasuk juga dukungan pada standar jaringan yang lebih tinggi/cepat. Motherboard segmen ini biasanya menawarkan fasiltias storage dan connectivity yang tidak jauh berbeda. Semua motherboard yang disebutkan di sini menawarkan setidaknya 6 port (header) USB 3.2 GEN 1 dan 6 port (header) USB 2.0.

ASRock B460M Steel Legend, MSI B460M MORTAR, dan MSI B460M MORTAR WIFI adalah tiga model motherboard yang menyediakan 7 port USB 3.2 GEN1. Apabila motherboard ASRock dan Gigabyte menawarkan 1 port Tipe C (belakang), motherboard MSI menawarkan port Tipe C yang lebih banyak, yaitu 1 port Tipe C di bagian belakang dan 1 header Tipe C di bagian depan. Adapun motherboard ASUS tidak menyediakan port Tipe C. Semua motherboard menyediakan dua slot interface M.2 dan satu slot M.2 dengan pendingin.

Untuk fasilitas jaringan (connectivity), motherboard Asus TUF Gaming B460-PLUS (WI-FI) dan MSI B460M MORTAR WIFI menawarkan dukungan koneksi wireless Wi-Fi 6. Baik motherboard ASRock dan MSI sudah menyediakan dukungan terhadap koneksi LAN 2.5GbE (2.5Gbps Ethernet). Dengan melihat semua fasilitas dari berbagai motherboard di atas, dapat disimpulkan bahwa motherboard MSI selain mengusung VRM yang handal, juga menawarkan fasilitas storage dan konektivitas jaringan terbaik (lengkap).

Dua Model Motherboard MicroATX Terbaik: MSI B460M MORTAR atau B460M MORTAR WIFI

MSI B460M MORTAR dan B460M MORTAR WIFI unggul bukan hanya karena harganya yang menarik/terjangkau, tapi juga karena motherboard microATX ini menawarkan modul VRM yang paling tangguh (limit daya tertinggi di kelasnya), jumlah port USB Tipe C melimpah, dan fasilitas storage dan konektivitas yang mumpuni (2.5GbE LAN/Wi-Fi 6).

Apabila Anda mencari motherboard microATX berbasis chipset Intel B460 untuk dipasangkan dengan prosesor Intel Core i5 10th Gen atau yang lebih tinggi, rekomendasi terbaik jatuh pada motherboard MSI B460M MORTAR atau MSI B460M MORTAR WIFI jika memang Anda membutuhkan fasilitas koneksi wireless Wi-Fi. Apabila Anda hanya berencana untuk membeli prosesor entry-level Intel Core i3, maka motherboard yang disebut tadi umumnya dapat memenuhi sebagian kebutuhan Anda sebagai gamer. Namun perlu dicatat, mengingat dana yang dihabiskan hampir sama besarnya, mengapa tidak memilih motherboard yang memiliki spesifikasi paling handal dan lengkap?

Konfigurasi Sistem PC Tes
Prosesor/CPUIntel Core i5-9600 / Core i7-10700 / Core i5-10600 / Core i5-10400
MotherboardMSI Z390 Gaming Edge / MSI B460M MORTAR
Storage/PenyimpananADATA 3200MHz 8GBx2, berjalan pada 2666MHz
Graphics cardMSI RTX 2080 Ti Duke 11G OC
SSDSeagate FireCuda 520 1TB M.2
Sistem operasiWindows 10 Pro x64 1909

Bang Gimin

Penulis artikelnya Gimindo.com

Read Previous

NetEase Games Hadirkan Update terbaru untuk Game LifeAfter yaitu “Hurricane Strike”

Read Next

Open Beta Arena Master 2 Segera Dibuka, Siapkan Dirimu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *